Mitologi Dari Tanah Bali

Mitologi Dari Tanah Bali

daftarhewanmitos.web.id Tidak hanya leak yang bisa menjadi mitologi ikonik di Bali,ada beberapa mitologi juga yang bisa kita temukan di tanah surga Bali ini.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Mitologi Dari Tanah Bali. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Mitologi Dari Tanah Bali

1. Antaboga
Antaboga adalah makhluk yang bertanggungjawab atas penciptaan dunia. Pada suatu hari, Antaboga bersemadi dan lantas berubah wujud menjadi seekor penyu rakasasa yang disebut Bedawang. Bedawang ini acap kali digambarkan memanggul dunia dalam punggungnya.Kembali ke Antaboga. Dalam kisah-kisah pewayangan, Antaboga sendiri merupakan penguasa ular yang hidup di bawah tanah. Ia berwujud menyerupai seeokor ular naga yang mengenakan mahkota dan berkalung emas.

2. Bedawang dan Naga Besukih
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Bedawang atau Bedawang Nala ini merupakan perwujudan dari Antaboga. Berwujud seekor penyu raksasa, Bedawang digambarkan membawa bumi di punggungnya.Selain itu, ada versi lain yang menggambarkan Bedawang adalah seekor penyu raksasa yang dililit dua ekor ular Naga Besukih (Basuki). Mahluk yang disebut terakhir merupakan peliharaan Batara Kala dan Setesuraya.Sebagai penyu, Bedawang juga merupakan hewan yang pasif. Kalau ia bergerak sedikit, maka akan terjadi bencana alam di dunia seperti gempa dan letusan gunung. Mungkin karena itu ia ditahan oleh dua ekor ular naga.

3. Barong
Makhluk mitologi Bali yang satu ini mungkin yang paling dikenal oleh rakyat Indonesia. Ia biasa ditemukan di berbagai wujud cinderamata Pulau Dewata seperti kaos.Barong sendiri berwujud makhluk yang menyerupai seekor singa. Ia dikenal sebagai pemimpin dari pasukan kebaikan. Ia acap kali ditampilkan melawan Rangda, pemimpin pasukan kejahatan.Barong sendiri tidak hanya hadir dalam mitologi Bali, tetapi juga sering tampil dalam mitologi Jawa yang disebut Barongan.

4. Rangda
Masih berhubungan dengan Barong, Rangda adalah musuh utamanya. Ia adalah ratu dari para penganut ilmu hitam yang sering disebut dengan penestian atau pengerancab. Rangda seringkali dikisahkan menculik dan memangsa anak-anak.Jika ditinjau dari segi etimologi, Rangda dalam bahasa Jawa Kuno sama dengan randa/rondo atau janda dalam bahasa Indonesia. Sementara dalam bahasa Bali, Rangda adalah sebutan untuk janda dalam kasta Waisya, Kstaria dan Brahmana. Untuk kasta Sudra, janda disebut Balu.

5. Batara Kala
Dalam agama Hindu, Kala adalah putra Dewa Siwa yang memegang kekuasaan sebagai dewa waktu. Ia sering kali digambarkan sebagai penyebab gerhana. Batara Kala juga acap kali ditampilkan sebagai raksasa yang menyeramkan. Ia mempunyai pasangan bernama Dewi Setesuyara. Mereka menguasai alam bawah dengan memelihara Naga Besukih.Dalam filsafat Hindu, Kala merupakan lambang bahwa tidak ada satu pun di dunia yang bisa terhindar dari hukum karma. Kalau sudah saatnya bagi seseorang untuk mati, saat itu pula datang Batara Kala mencabut ajal.

6. Calonarang
Calonarang merupakan salah satu tokoh yang muncul dalam cerita rakyat Bali. Dia digambarkan sebagai seorang janda yang memiliki kesaktian ilmu hitam yang tinggi. Tapi, Calonarang ini lebih sering dituding sebagai penyebab bencana.Calonarang dikisahkan memiliki putri yang cantik jelita yang bernama Ratna Manggali. Tetapi, tidak ada yang bersedia mempersuntingnya karena takut dengan sang ibu. Mengetahui hal itu, Calonarang murka dan menyebabkan bencana dan penyakit secara terus menerus.Raja Erlangga pun mengutus penasehatnya, Empu Baradah guna menyelesaikan masalah ini. Sang empu pun mengutus muridnya yang bernama Bahula untuk dinikahkan dengan Ratna. Keadaan pun kembali damai.Pada suatu hari, Bahula mencuri kitab-kitab ilmu hitam Calonarang dan berhasil kabur. Saat mengetahui barang berharganya hilang, Calonarang marah. Tapi kemarahan itu bisa diredam oleh Empu Baradah. Sejak itu, dunia aman dari Calonarang.

Baca Juga : Ebu Gogo Si Kanibal Proto Manusia

7. Jatayu
Jatayu merupakan salah satu makhluk mitologi adaptasi dari India. Ia merupakan putra Aruna sekaligus keponakan dari Garuda. Serupa dengan pamannya, Jatayu juga berwujud seekor burung garuda.Ia adalah satu-satunya yang menyaksikan bagaimana Dewi Shinta diculik Rahwana. Ketika hal itu terjadi, Jatayu berusaha menyelamatkan sang dewi sekaligus melawan penculiknya. Tapi, pada akhirnya mati. Saat sekarat, Jatayu masih bisa memberitahu kepada Rama tentang siapa yang menculik Dewi Shinta.

8. Airawata
Layaknya Jatayu, Airawata juga merupakan salah satu karakter mitologi adaptasi dari India. Airawata sering kali digambarkan memiliki wujud seekor gajah putih yang ditunggangi dewa perang Indra yang menghunus senjata Bajra, sambil membasmi pasukan kejahatan. Airawata sendiri adalah pemimpin para gajah.Di Thailand, Airawata ini disebut Erawan. Perbedaan lain adalah, Erawan memiliki tiga kepala dengan gading lebih dari dua.

9. Kinara dan Kinari
Kinara adalah salah satu makhluk mitologi umat Budha di Bali. Ia berwujud setengah manusia setengah burung. Mereka gemar memainkan alat musik kecapi.Kinara perempuan disebut dengan Kinari. Seperti halnya Kinara, Kinari juga berwujud separuh manusia separuh burung. Bedanya, tubuh Kinari menyerupai tubuh angsa. Tubuhnya dibalut dengan bulu angsa. Mereka juga pandai bersyair, bermusik sekaligus menari.

10. Garuda
Garuda digambarkan sebagai makhluk terbang dengan wujud kepala burung dengan tubuh manusia yang berukuran raksasa. Garuda adalah kendaraan Dewa Wishnu. Ia acap kali ditampilkan dengan tubuh berwarna keemasan.Selain Indonesia yang menggunakan Garuda sebagai lambang negara, Thailand juga memanfaatkannya sebagai simbol negara. Bedanya, Garuda Thailand berwarna merah. Dalam bahasa Jepang, Garuda disebut dengan Karura. Konon, ia dibawa ke sana untuk menyebarkan agama.

Related posts