Ne Zha Pangeran Sakti Dengan Roda Api

Ne Zha Pangeran Sakti Dengan Roda Api

daftarhewanmitos.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Ne Zha Pangeran Sakti Dengan Roda Api.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Ne Zha Pangeran Sakti Dengan Roda Api

Nezha (Hokkien=Lô-chhia; hanzi=哪吒; pinyin=Né​zha) merupakan salah satu dewa pelindung dalam kepercayaan tradisional Tionghoa. Gelar resminya dalam Taoisme adalah “Marsekal Altar Pusat” (Hanzi=中壇元帥; pinyin=Zhōng Tán Yuán​shuài). Setelah menjadi dewa, ia diberi gelar “Putera Mahkota Bunga Teratai Ketiga” (Hanzi=蓮花三太子; pinyin=lián​huā sān tài​zǐ). Kisahnya muncul dalam dua karya sastra Dinasti Ming, yaitu Fengshen Yanyi dan Perjalanan ke Barat.

Info Terupdate : Pokerplay338.net adalah agen idn poker online yang menggunakan server idn poker dan menjadi situs poker terpercaya paling fair dengan berapapun kemenangan anda pasti dibayar dengan pelayanan tercepat dan customer service yang professional.

Nezha seringkali ditampilkan sebagai seorang remaja. Ia sering digambarkan sedang terbang di angkasa sambil mengendarai Roda Angin Api (hanzi=風火輪; pinyin=fēnghuǒ​lún), membawa Gelang Semesta (hanzi=乾坤圈; pinyin=qián​kūn quān) di tubuhnya (terkadang di tangan kiri), Selempang Sutera Melebur Langit (hanzi=浑天绫; pinyin=húntiānlíng) di pundaknya, dan Tombak Berujung Api (hanzi=火尖槍; pinyin=huǒjiānqiāng) di tangan kanan. Terkadang ia juga ditampilkan dalam wujud tiga kepala dan enam lengan (Hanzi=三頭六臂; pinyin=sān​tóu​liù​bì; idiom=memiliki kemampuan luar biasa/ kekuatan hebat) serta dalam beberapa legenda dikisahkan dapat menyemburkan pelangi. Kisahnya dalam menaklukkan lautan adalah kisah yang paling dikenal oleh masyarakat China.

Asal usul
Meir Shahar mengungkapkan teori bahwa Nezha berasal dari dua tokoh dalam Mitologi Hindu. Tokoh pertama adalah seorang yaksha dalam Ramayana yang bernama Nalakuwara, putera Raja Yaksha Kubera dan keponakan Rawana. Hubungan tersebut berasal dari variasi nama mandarinnya yang muncul dalam sutra-sutra Buddhis. Variasi mula-mula Naluojiupoluo (那羅鳩婆羅) berubah menjadi Naluojubaluo (捺羅俱跋羅), Nazhajuwaluo (那吒矩韈囉), dan akhirnya menjadi Nazha (那吒). Penambahan “radikal mulut” (口) pada aksara Na (那) mengubah nama tersebut menjadi bentuknya yang sekarang yaitu Nezha (哪吒).

Baca Juga : Genbu Si Kura Kura Hitam Penjaga Gerbang Hitam

Tokoh kedua adalah dewa anak Krishna. Baik Krishna dan Nezha diceritakan berhasil mengalahkan naga perkasa Kaliya dan Ao Bing. Bhagawatapurana mengisahkan Nalakuwara diselamatkan oleh bayi Krishna dari dalam penjaranya, yaitu sebuah sebuah pohon. Sebuah sutra Buddha Tantra pada abad ke-10 menyebutkan seorang dewa kanak-kanak bernama Nana (那拏) yang sepertinya merupakan amalgam antara Krishna dan Nalakuwara. Selain itu, Kubera (ayah Nalakuwara) dimasukkan ke dalam pantheon Buddhis sebagai Raja Langit Waisrawana. Shahar menyebutkan bahwa Waisrawana memiliki koneksi dengan Jenderal Li Jing dari Dinasti Tang. Hal ini menjelaskan nama dan kedudukan ayah Nezha, yaitu Raja Langit Pembawa Pagoda Li Jing.

Related posts