Sphinx

Sphinx

Sphinx – Sphinx adalah salah satu makhluk mitos yang bercirikan berkepala manusia dan bertubuh
singa. Dalam tradisi Yunani, Sphinx memiliki tubuh singa, sayap burung yang sangat besar dan kepala seorang wanita. Makhluk mistis tersebut konon buas dan berbahaya, dimana mereka yang tidak dapat menjawab teka-teki yang diberikan akan dimangsanya. Makhluk mistis ini tercatat dalam beberapa kultur negara kuno ,dan kepercayaan akan keberadaannya masih bertahan sampai sekarang. Asal mulanya belum terlacak, tetapi keberadaan Sphinx tertua diketahui ada sejak 9500 BC, ditemukan di Gobekli Tepe, Turki.

Dalam mitologi Yunani, Sphinx merupakan anak dari Echidna, yakni monster berkepala seorang nymph yang bertubuh ular, dengan Typhon, sang monster yang bisa menghembuskan banyak api dan memiliki banyak kepala. Sphinx memiliki kepala wanita, bertubuh singa dan berekor ular. Dalam mitologi Yunani, ia menjadi makhluk buas yang menjaga gerbang Thebes. Menurut cerita, Laius, sang raja Thebes, diperingatkan oleh seorang oracle bahwa ia akan dibunuh oleh anaknya sendiri saat ia dewasa. Sang raja lalu menitipkan putranya pada seorang gembala yang dititahkan untuk membunuh si bayi.

Namun, ia tidak tega membunuh bayi tersebut sehingga ia menggantungkan kaki si bayi di pohon kemudian ditinggalkan. Tidak lama kemudian bayi tersebut ditemukan anak buah raja Corinth yang bernama Polybus, yang dan bersama istrinya Merope mengadopsi sang bayi lalu menamainya Oedipus.

Ketika Oedipus beranjak dewasa di Delphi, seorang peramal membaca masa depannya dan berkata bahwa Oedipus akan membunuh ayahnya sendiri dan menikahi ibu kandungnya. Tidak menerima takdir itu, ia pun meninggalkan Corinth dan kedua orang tua angkatnya, yang ia kira adalah orang tua kandungnya, karena takut akan ramalan sang oracle. Di perjalanan, Oedipus berpapasan dengan rombongan raja Laius dimana keduanya bersikeras tidak mau mengalah sehingga akhirnya berseteru. Ia pun membunuh Laius beserta anak buahnya sehingga ramalan bahwa Oedipus membunuh ayah kandungnya menjadi kenyataan. Oedipus pun sampai di kota Thebes, yang saat itu tengah diserang oleh sesosok monster yang dijuluki Sphinx. Monster tersebut berdiam diri di atas sebuah batu besar dan menghentikan setiap pendatang yang hendak melewati jalan tersebut. Sang Sphinx akan memberikan teka-teki, dimana jika orang yang lewat tidak dapat menjawabnya, maka ia akan diterkam dan dimakan.

Baca Juga :

Ketika Oedipus lewat, belum ada yang berhasil memecahkan teka-teki Sphinx, yakni “Hewan apa yang di pagi hari berkaki empat, siang hari berkaki dua, dan malam hari berkaki tiga?”. Oedipus pun menjawab, “Manusia, yang di masa kecilnya merangkak dengan dua tangan dan dua kaki, ketika dewasa berjalan tegak dengan dua kaki, dan ketika tua dibantu dengan sebuah tongkat”. Sphinx yang marah kerana teka-tekinya terjawab lalu menjatuhkan diri dari jurang dan tewas.

Masyarakat Thebes sangat bersyukur atas jasa Oedipus, lalu mengangkatnya menjadi raja dan menikahkan dirinya dengan ratu Jocasta, yang sebenarnya ibu kandung dari Oedipus. Kebenaran akhirnya terkuak ketika Thebes terkena wabah penyakit dan kelaparan. Seorang peramal dipanggil untuk memindai nasib negara, tetapi ia justru menguak identitas Oedipus. Hal ini membuat Jocasta bunuh diri, sementara Oedipus diliputi depresi dan mencungkil matanya sendiri. Ia kemudian melarikan diri dari Thebes.

Related posts